Home Profil Bupati SBD, NTT, Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T, Menerima Gelar Kehormatan Bangsawan dari Keraton Solo

Bupati SBD, NTT, Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T, Menerima Gelar Kehormatan Bangsawan dari Keraton Solo

56
0
SHARE
Bupati SBD, NTT, Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T, Menerima Gelar Kehormatan Bangsawan dari Keraton Solo

Keterangan Gambar : Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T, Bupati Sumba Barat Daya (sumber foto : ist/pp)

SURAKARTA - Parahyangan PostPihak Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) memberikan gelar kehormatan bangsawan kepada Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T. 

Prosesi penganugerahan gelar bangsawan ini bertepatan dengan acara perayaan adat Kirab Malam 1 Suro Tahun Be 1960, bertepatan dengan 15 Juni 2026, yang berlangsung khidmat di dalam kawasan Keraton Surakarta. 

Dengan penganugerahan ini, Ratu Ngadu Bonu Wulla kini resmi menyandang gelar Kanjeng Mas Tumenggung (KMT), sebuah gelar kehormatan yang diberikan kepada tokoh-tokoh luar keraton yang dinilai memiliki kontribusi besar, kepemimpinan yang berintegritas, serta kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya bangsa. 

Apresiasi Atas Dedikasi dan Kepemimpinan 

Pihak Keraton Surakarta menyatakan bahwa pemberian gelar ini bukan sekadar bentuk penghormatan, melainkan simbol apresiasi atas dedikasi Ratu Ngadu Bonu Wulla dalam memimpin daerah serta komitmennya dalam menjaga rajutan kebinekaan Nusantara. Sebagai sosok pemimpin perempuan di Sumba Barat Daya, kiprahnya dinilai membawa dampak positif yang luas. 

Menanggapi penghargaan tersebut, Bupati Sumba Barat Ddaya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Sri Susuhunan Pakubuwono XIV beserta keluarga besar Keraton Surakarta. 

"Gelar kehormatan ini adalah sebuah amanah yang luar biasa. Ini bukan hanya kebanggaan pribadi, melainkan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Sumba Barat Daya. Warisan budaya Nusantara, baik di Solo maupun di Sumba, adalah kekayaan yang harus terus kita rawat dan sinergikan," ujar Ratu Ngadu Bonu Wulla. 


Mempererat Jembatan Budaya Sumba dan Jawa 

Pemberian gelar kepada Ratu Ngadu Bonu Wulla ini diharapkan dapat mempererat hubungan silaturahmi dan jembatan kebudayaan antara masyarakat Flobamora (NTT), khususnya Sumba Barat Daya, dengan masyarakat Jawa. 

Melalui momentum ini, sinergi berbasis kebudayaan dan pembangunan daerah diharapkan dapat terus ditingkatkan demi kemajuan pariwisata, seni, dan nilai-nilai luhur gotong royong di masa depan. 

Prosesi penganugerahan diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah, yang turut dihadiri oleh sejumlah tokoh adat, kerabat keraton, serta perwakilan pejabat dari Kabupaten Sumba Barat Daya. 


Kiprah dan Kepemimpinannya 

Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T., adalah politikus Partai NasDem yang menjabat sebagai Bupati Sumba Barat Daya untuk masa jabatan 2025–2030. Ia dilantik pada 20 Februari 2025 dan dikenal aktif memperjuangkan sektor kesehatan, pendidikan, UMKM, Budaya, serta pemberdayaan perempuan melalui tenun ikat khas Nusa Tenggara Timur. 

Istri dari Markus Dairo Talu sebelumnya pernah menjabat sebgai anggota DPR RI dari Fraksi S=Nasdem (Dapil NTT II periode 2019 – 2024 yang bertugas di Komisi X. 

Kiprah kepemimpinanya, banyak mendorong kebijakan anggaran yang pro-rakyat, berfokus pada pengentasan masalah kesehatan, pendidikan, kebudayaan dan peningkatan kemandirian usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). 

Selain itu Ratu Ngadu Wulla juga aktif membina Kelompok Tenun Perempuan di Sumba Barat Daya guna mengangkat popolaritas Tenun NTT ke kancah global (internasional). 


Sebagai sosok perempuan yang aktif dalam interaksi sosial dan kiprahnya ditengah-tengah masyarakat, Ratu Ngadu Wulla juga banyak menerima apresiasi dan penghargaan, seperti Kartini NTT, Figur of Kartini Award, Women Inspiration Award, serta nominasi penghargaan nasional bergensi lainnya seperti Indonesia Leading Women Award atas kiprah kepemimpinanya di Indonesia Timur. - (ratman/pp)