
Keterangan Gambar : Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) Dr.Triwarno Purnomo Hadiningrat, SSTP, M.Si, kembali di-undang oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) untuk kembali menerima gelar Bangsawan Tertinggi. (Sumber Foto : Ist/PP)
SOLO - Parahyangan Post– Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) Dr.Triwarno Purnomo Hadiningrat, SSTP, M.Si, kembali di-undang oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) untuk kembali menerima gelar Bangsawan Tertinggi.
Gelar bangsawan tersebut rencananya akan dikukuhkan langsung oleh Sri Susuhunan Kanjeng Sunan (ISKS) Pakoe Boewono XIV Purboyo pada malam sakral menjelang Kirab 01 Syuro atau bertepatan dengan 15 Juni 2026.
Sosok Triwarno Purnomo sendiri dilingkungan Pemerintahan Provinsi Papua sudah tidak asing, berbagai jabatan penting pernah disandangnya, sebagai seorang birokrat dedikasi dan pengabdianya tidak diragukan lagi.
Sehingga sangat wajar apabila, dirinya kembali diundang oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) untuk menerima gelar bangsawan tertinggi, Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) pada tahun 2026 ini.
Dengan ketekunannya sebagai seorang birokrat yang tumbuh di tanah Papua, Dr.Triwarno Purnomo, SSTP, M.Si pernah menduduki berbagai jabatan strategis, diantaranya saat ini sebagai staf Ahli Gubernur Papua Bidang pemerintahan, Hukum dan Politik. Ia menapaki kariernya dari level teknis hingga jabatan strategis mulai dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Kerom, Penjabat Bupati Asmat (2020), Penjabat Bupati Jayapura (2022 – 2024), dan jabatan penting lainnya.
Sosoknya dikenali sebagai figur yang berpikir sistematis dan berjiwa melayani, perpaduan antara nalar akademik dan empati sosial yang kuat. Mendapat gelar doctor ke-97 untuk Program Doktor Studi Pembangunan Universitas Kristen Satya Wacana (2025).
Pada tahun 2024, Dr. Triwarno Purnomo, S.STP., M.Si., saat itu menjabat sebagai (Penjabat Bupati Jayapura) dianugerahi gelar bangsawan dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo). Gelar tersebut diserahkan langsung oleh Raja Keraton Solo Sri Susuhunan Pakubuwana XIII di Keraton Surakarta, Jawa Tengah, saat itu.
Berkat semangat dan dedikasinya dalam memperjuangkan kemajuan untuk Tanah Papua yang tak kenal lelah, kini Dr.Triwarno Purnomo, SSTP, M.Si kembali diundang oleh Kerton Solo untuk kembali menerima gelar bangsawan tertinggi.
Acara pemberian gelar bangsawan ini dirangkaikan dalam acara Penganugerahan Gelar Bangsawan Keraton Solo, diarea Keraton. Penganugerahan gelar adat dari Keraton Solo ini berbarengan dengan momen perayaan tradisi Malam Satu Suro.
Rangkaian Persiapan Acara Kirab Malam 1 Suro
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) mulai menggalar Gladi Mahesa sebagai persiapan menyambut Hajad Dalem Kirab Pusaka dalem Malam 1 Suro Tahun be 1960 atas Dawuh Dalem Sri Susuhunan Pakubuwono XIV. Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh prosesi adat tahunan berjalan lancar, tertib dan sesuai tradisi yang telah diwariskan turun – temurun.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, pada 13 dan 14 Juni 2026 Mahesa atau kerbau bule keturunan Kyai Slamet dikeluarkan dari kandang dan dibebaskan berkeliling di kawasan Alun-alun Kidul sebelum melaksanakan gladi mengitari Karaton. Selanjutnya, pada 15 Juni 2026 kegiatan gladi diliburkan.
Sementara pada 16 Juni 2026 Mahesa akan dimandikan di kandang Alkid sebelum dibawa menuju kandang lama di Gurawan untuk menunggu tahapan berikutnya.
KPA Singonagoro selaku Juru Bicara Sri Susuhunan Pakubuwono XIV menjelaskan gladi Mahesa merupakan bagian dari rangkaian persiapan Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro Tahun Be 1960 atas Dawuh Dalem Sri Susuhunan Pakubuwono XIV.
"Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan seluruh tahapan yang berkaitan dengan prosesi kirab dapat berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan," kata dia.
Ia juga mengajak seluruh abdi dalem, sentana dalem, dan masyarakat untuk ikut menjaga ketertiban selama rangkaian kegiatan berlangsung.
"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari Gladi Mahesa hingga pelaksanaan Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro, dapat berjalan lancar, aman, dan khidmat. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta menghormati jalannya prosesi adat yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa," harapnya. – (ratman/pp)

.png)




LEAVE A REPLY