Home Opini PALANTA LENGKONG-6 : Hemat

PALANTA LENGKONG-6 : Hemat

Teks: Ismail Lutan, Gambar: Munadi

257
0
SHARE
PALANTA LENGKONG-6 :  Hemat

Menteri ESDM: Kalau Masakan Sudah Matang, Matikan Kompor

JAKARTA – Di tengah bayang-bayang ketidakpastian energi global akibat konflik di Timur Tengah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat Indonesia, terutama emak-emak yang bergelut di dapur memulai langkah sederhana: menghemat penggunaan gas elpiji dari rumah masing-masing.

Ajakan itu disampaikan Bahlil dalam konferensi pers di Colomadu, Kamis (26/3/2026). Ia menekankan bahwa kebiasaan kecil seperti mematikan kompor setelah masakan matang dapat berdampak besar terhadap ketahanan energi nasional.

Menurutnya, meski kondisi pasokan energi nasional masih dalam kategori aman, peran masyarakat tetap krusial. Ia meminta publik untuk lebih bijak dalam menggunakan energi, terutama di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Ini kita harus betul-betul minta bantuan rakyat untuk bersama-sama memakai energi secara bijaksana,” tambahnya.

Antisipasi Dampak Konflik Global

Di sisi lain, pemerintah juga bergerak cepat mengantisipasi potensi gangguan pasokan energi dunia. Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, Bahlil mendapat tugas khusus untuk mencari sumber minyak mentah dari berbagai negara.

“Presiden memerintahkan kami untuk segera mencari pasokan minyak dari berbagai negara dan mengoptimalkan energi yang kita miliki,” jelasnya.

Stok Energi Aman, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Meski demikian, Bahlil memastikan bahwa kondisi energi nasional saat ini masih terkendali. Pasokan BBM, elpiji, hingga listrik disebut berada dalam batas aman sesuai standar nasional.

Ia juga mengungkapkan bahwa tambahan pasokan elpiji akan segera masuk untuk memastikan kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Idulfitri, tetap terpenuhi.

Selain itu, pemerintah juga memastikan subsidi BBM tetap berjalan hingga masa libur Lebaran. Evaluasi lanjutan akan dilakukan setelahnya untuk menjaga stabilitas energi dalam jangka panjang.

Hemat Energi, Kunci Ketahanan Nasional

Bahlil menegaskan bahwa menjaga ketahanan energi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Kebiasaan sederhana seperti tidak boros elpiji dinilai menjadi langkah awal yang penting.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, ia optimistis Indonesia mampu menghadapi tantangan energi global sekaligus menjaga stabilitas dalam negeri.***(pp)